| Angka-angka tahun dalam tabel di atas berasal
dari sumber-sumber berikut: Introduction
to the New Testament (Pengantar kepada Perjanjian Baru) karya
Werner Georg Kummel, hasil terjemahan Howard Clark Kee, Abingdon
Press, 1973; Introduction to
the New Testament karya Everett Harrison, William B. Eerdmans
Publishing Co., 1971; Introduction
to the New Testament karya D. Edmond Hiebert, Jilid II, Moody
Press, 1977; bahan-bahan tertulis dan bahan-bahan kuliah T. W.
Manson dan F. C. Baur.
William
Foxwell Albright,
salah seorang arkeolog terkemuka khusus tentang penggalian
benda-benda purbakala yang berhubungan dengan informasi dalam
Alkitab, berkata:
Kita telah dapat berkata dengan berani dan
dengan jelas bahwa sudah tidak ada lagi dasar yang kuat untuk
menetapkan tahun penulisan kitab mana saja yang menjadi bagian
Perjanjian Baru lebih dari tahun 80 M., dua angkatan penuh sebelum
tahun 130 dan 150 yang telah diberikan oleh peneliti radikal
Perjanjian Baru zaman ini.
Ia mengulas hal ini lagi dalam suatu wawancara
dengan tim majalah Christianity
Today pada tanggal 18 Januari 1963: Menurut hemat saya,
setiap kitab dalam Perjanjian Baru ditulis oleh orang Yahudi yang
telah dibaptis dalam kurun waktu antara tahun empat puluhan dan
delapan puluhan pada abad pertama Masehi (sangat besar
kemungkinannya antara tahun 50 sampai dengan 70 M.).
Albright menyimpulkan: Berkat hasil-hasil
temuan Qumran, Perjanjian Baru sesungguhnya terbukti sebagai apa
yang dipercaya sebelumnya: ajaran Kristus dan pengikut-pengikut
langsung-Nya antara sekitar tahun 25 dan sekitar tahun 80 M.
Banyak sarjana liberal yang terpaksa menerima
tahun penulisan yang lebih awal untuk Perjanjian Baru. Kesimpulan
Dr. John A. T. Robinson yang tercantum dalam bukunya berjudul Redating
the New Testament (Menetapkan Kembali Tahun Penulisan
Perjanjian Baru) secara mengejutkan demikian radikal. Penelitian
yang dilakukannya telah menuntunnya untuk memiliki keyakinan bahwa
seluruh kitab dalam Perjanjian Baru itu ditulis sebelum Kejatuhan
Yerusalem pada tahun 70 M.
|