UNIK
DALAM
PENGAJARANNYA
|
Nubuatan
Wilbur Smith,
yang memiliki perpustakaan pribadi dengan kapasitas 25 ribu jilid
buku, menyimpulkan bahwa apapun yang dipikirkan oleh seseorang
tentang otoritas dan pesan yang disajikan di dalam kitab yang kita
namai Alkitab, ada persetujuan yang diterima di seluruh muka bumi
bahwa dalam banyak hal, tidak hanya dalam satu hal, Alkitab adalah
sebuah jilid kitab yang paling menarik yang pernah dihasilkan umat
manusia dalam kurun waktu masa perkembangan karya sastera sekitar
lima ribu tahun.
Ini adalah
satu-satunya jilid kitab yang pernah dihasilkan manusia, atau
sekelompok manusia, yang di dalamnya ditemukan sekumpulan nubuatan
yang sangat besar yang berhubungan dengan bangsa-bangsa secara
individu, tentang Israel, tentang semua bangsa di dunia, tentang
kota-kota tertentu, dan tentang kedatangan Pribadi yang akan
menjadi Mesias. Dunia kuno mempunyai banyak alat untuk menetapkan
masa depan, yang dikenal sebagai ilmu ramal, namun tidak terdapat
di dalam keseluruhan literatur Yunani dan Latin, walaupun mereka
menggunakan kata nabi dan nubuatan, kita tidak dapat menemukan
nubuatan khusus yang secara nyata berhubungan dengan peristiwa
besar bersejarah yang akan terjadi dengan tenggang waktu lama,
ataupun nubuatan tentang seorang Juruselamat yang akan bangkit di
tengah umat manusia. . . .
Agama Islam tidak dapat menunjuk kepada suatu nubuatan tentang
kedatangan Muhammad yang diungkapkan ratusan tahun sebelum
kelahirannya. Juga tidak ada pendiri agama apapun di negeri ini
secara tepat mengidentifikasi teks kuno yang secara khusus
meramalkan kehadiran mereka.
Sejarah
Dari I Samuel
sampai dengan II Tawarikh ditemukan sejarah bangsa Israel, yang
meliputi kurun waktu sekitar lima abad. The Cambridge Ancient History, (Jilid 1, h. 222) mengatakan:
Memang bangsa Israel menyatakan kebolehannya dalam hubungan
dengan penyusunan sejarah,dan Perjanjian Lama memuat dokumen
penulisan sejarah tertua.
Ahli arkheologi
terkenal , Profesor Albright,mengawali karya tulis klasiknya yang
berjudul The
Biblical Period (Periode Waktu Alkitab) sebagai berikut:
Tradisi
bangsa Ibrani mengungguli tradisi bangsa-bangsa lain dalam hal
memberikan
gambaran yang jelas tentang asal-usul suku dan keluarga yang
menjadi bagiannya. Di Mesir dan Babilonia, di Asyur dan Phoenicia,
di Yunani dan Roma, kita tidak akan dapat menemukan sesuatu yang
sebanding dengan itu. Tidak ada hal seperti tradisi itu di
kalangan bangsa-bangsa Jermania (bangsa-bangsa yang tersebar di
daratan Eropa). Demikian juga bangsa India maupun China tidak
dapat menghasilkan sesuatu yang serupa itu, karena kenangan
historis tertua mereka berupa peninggalan-peninggalan tradisi
keturunan raja-raja yang sudah tidak terpelihara kebenarannya,
tanpa ada jejak tentang gembala atau petani kecil yang melatar
belakangi anak dewa atau raja yang menjadi awal dari catatan
tentang mereka. Demikian juga di dalam tulisan-tulisan tertua
sejarah bangsa India (Purana) atau di dalam sejarah Yunani tertua
tidak ditemukan tanda tentang kenyataan bahwa kedua bangsa itu
Indo-Aryan dan Yunani adalah pada mulanya bangsa pengembara
yang kemudian beralih ke negeri mereka itu dari utara. Bangsa
Asyur, secara pasti, hanya ingat dengan samar-samar bahwa
penguasa-penguasa awal mereka, dengan nama-nama yang masih tetap
mereka ingat namun tanpa dapat menyebutkan secara rinci perbuatan
mereka, adalah orang-orang yang tinggal di tenda-tenda, namun dari
mana asal mereka sudah lama terlupakan.
Daftar
Bangsa-bangsa dalam Kejadian 10 adalah suatu catatan sejarah
dengan ketepatan
yang menakjubkan. Menurut Albright:Catatan
ini secara mutlak sangat menonjol di dalam literatur kuno tanpa
ada yang menyamai
sedikit pun bahkan di antara orang-orang Yunani. . . . Daftar
Bangsa-bangsa tetap merupakan
dokumen yang sangat tepat. . . . (Itu) menunjukkan pemahaman yang
sangat moderen
tentang situasi etnik dan linguistik di dunia moderen, walaupun
demikian rumit, sehingga
para cendekiawan gagal untuk memperoleh kesan yang menakjubkan
tentang
pengetahuan sang penulis dalam hubungan dengan topik tersebut.
Pribadi-pribadi
Lewis S. Chafer,
pendiri dan mantan presiden Dallas Theological Seminary,
mengungkapkan sebagai berikut: Alkitab bukanlah sejenis kitab
yang ditulis manusia seandainya ia dapat menulisnya, atau yang
dapat ditulisnya seandainya ia mau menulisnya. Alkitab
menangani dosa tokoh-tokoh yang termuat di dalamnya dengan sangat
terbuka. Bacalah buku-buku biografi modern, dan perhatikan
bagaimana mereka berusaha menutupi,melupakan atau mengabaikan
bagian yang kelam dari kehidupan manusia. Ambillah contoh
pakar-pakar sastra besar, pada umumnya mereka dilukiskan sebagai
orang-orang suci. Alkitab tidak melakukan hal seperti itu. Alkitab
mengungkapkan segala sesuatu sesuai dengan apa adanya: Dosa-dosa
bangsa Israel dikecam Ulangan 9:24.
Dosa-dosa cikal-bakal bangsa Israel Kejadian 12:11-13; 49:5-7
Para penginjil
melukiskan kesalahan-kesalahan mereka sendiri dan
kesalahan-kesalahan para rasul
Matius 8:10-26; 26:31-56; Markus 6:52; 8:18; Lukas 8:24-25;
9:40-45;Yohanes 10:6;16:32.
Kekacauan di
gereja 1 Korintus 1:11; 15:12; 2 Korintus 2:4; dsb.
Banyak orang akan
berkata, Mengapa mereka harus menuliskan dalam pasal itu
tentang Daud dan
Betseba? Memang, Alkitab mempunyai kebiasaan untuk bertutur
sesuai dengan apa
adanya.
|
Unik Dalam Pengaruhnya
Atas Kepustakaan di Sekitarnya
|
|
Cleland B. McAfee menulis di dalam The Greatest English Classic (Buku Klasik Inggris Terbesar): Jika
setiap Alkitab di dalam kota besar dihancurkan, semua bagian
penting Kitab itu
dapat ditulis kembali dengan menggunakan kutipan-kutipan yang
tersedia pada rak-rak perpustakaan umum di kota itu. Banyak karya,
meliputi hampir semua penulis sastra terkenal, yang dipersembahkan
secara khusus untuk menunjukkan betapa besar pengaruh Alkitab
terhadap mereka.
Sejarawan Philip Schaff (The
Person of Christ, American Tract Society, 1913) melukiskan dengan
jelas keunikan Alkitab bersama dengan Juruselamat-nya: Yesus dari
Nazaret ini, tanpa uang dan senjata, menaklukkan jutaan orang
lebih banyak dibandingkan Iskandar Agung, Kaisar, Muhammad, dan
Napoleon; tanpa ilmu pengetahuan dan pendidikan, Ia memberikan
pengertian tentang banyak hal baik yang manusiawi maupun yang
ilahi jika dibandingkan dengan usaha bersama semua filsuf dan
cendekiawan; tanpa kefasihan yang diperoleh dari pelbagai sekolah,
Ia mengungkapkan kata-kata kehidupan yang tiada taranya, baik
sebelum ataupun sesudahnya, dan memberikan dampak di luar
jangkauan orator atau pujangga; tanpa menuliskan sebuah kalimatpun,
Ia menggerakkan lebih banyak pena untuk berkarya, dan menyediakan
tema demi terciptanya lebih banyak khotbah, orasi,diskusi,
berjilid-jilid buku berhikmat, karya seni, dan lagu-lagu pujian
jika dibandingkan dengan seluruh tokoh besar baik dari zaman kuno
maupun zaman moderen.
Bernard Ramm
menambahkan: Ada
demikian banyak hal yang sangat rumit dalam penelitian biografis
yang tidak tertandingi dalam cabang ilmu atau bagian lain dari
pengetahuan manusiawi. Dari Bapak-bapak Gereja zaman
Rasul-rasul dari tahun 95 M. sampai dengan zaman moderen
terbentuklah aliran sastera agung yang diinspirasi oleh Alkitab
kamus-kamus Alkitab, ensiklopedi Alkitab, leksikon Alkitab,
atlas Alkitab, dan geografi Alkitab. Ini semua mungkin diterima
sebagai suatu penggerak. Lalu secara acak, kita dapat menyebutkan
bibliografi yang demikian besar jumlahnya, yang berhubungan dengan
teologi, pendidikan agama, ilmu tentang puji-pujian,misi,
bahasa alkitabiah, sejarah gereja, biografi religi, karya-karya
ibadah, tafsiran, filsafat agama, bukti-bukti, apologetika, dan
sebagainya. Nampaknya tak akan habis-habis jumlahnya.
Kenneth Scott
Latourette, mantan sejarawan Yale, berkata: Inilah
bukti keunggulan-Nya, tentang pengaruh yang dihasilkan-Nya atas
sejarah dan agaknya, tentang rahasia yang membingungkan mengenai
keberadaan-Nya karena tidak ada seorang lainpun yang pernah hidup
di planet ini telah menyebabkan dihasilkannya literatur yang
demikian banyak di antara demikian banyak bangsa dan bahasa, dan
bahwa, tanpa pernah surut sedikitpun, samudera literatur itu terus
meluap.
|
|
Kesimpulan
yang Jelas
|
|
Hal-hal
di atas tidak membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman Allah, namun
bagiku hal-hal itu membuktikan bahwa Alkitab itu unik (berbeda
dari kitab-kitab yang lain; tidak ada yang sama atau setara).
Seorang dosen
memberikan komentarnya kepada saya: Jika
Anda adalah seorang cendekiawan, Anda akan membaca sebuah kitab
yang telah menarik lebih banyak perhatian dibandingkan kitab-kitab
lain, jika Anda sedang berupaya untuk mencari kebenaran.
CATATAN: Alkitab adalah
kitab agamawi pertama yang dibawa ke angkasa luar (dalam bentuk
film mikro). Alkitab adalah kitab pertama yang dibaca yang
menguraikan tentang asal mula bumi (para antariksawan membaca
kitab Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah . . .). Pikirkan,
Voltaire mengatakan bahwa Alkitab akan hilang dari peredarannya
pada tahun 1850.
Alkitab adalah
juga salah satu dari antara kitab-kitab termahal (jika bukan yang
termahal). Alkitab Vulgata
Berbahasa Latin dari Gutenberg terjual mencapai lebih dari
$100,000. Orang-orang Rusia menjual
Kodeks Sinaitikus (Alkitab dalam salah satu bentuk awalnya) ke
Negara Inggris seharga $510,000.
Dan pada akhirnya, telegram terpanjang yang
dikenal dunia adalah Alkitab Perjanjian Baru Revised
Version
(Versi yang Diperbaiki), dikirim dari New York ke Chicago.
|
|