|
|
APAKAH JAWABAN TERHADAP PERSOALAN INI?Setiap orang Kristen mempunyai persoalan yang sama seperti ini, sampai ia menemukan seperti yang dialami oleh Paulus bahwa Yesus Kristus Tuhan kita telah membebaskan dia : Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus. Roh, yang memberi hidup, telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus AnakNya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.19 Saya masih ingat dengan jelas tahun-tahun dimana saya mencari Allah dengan segenap hati saya. Saya berusaha sungguh-sungguh dengan segala macam disiplin yang dipaksakan, memohon kepada Allah bagi kuasanya. Makin mencoba, saya menjadi makin kalah dan gagal. Kemudian pada suatu hari, ketika saya sedang mempelajari Kitab Roma, saya membaca di dalam pasal 8 ayat 7 : Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Adalah suatu anugerah bagi saya untuk mendapatkan, bahwa saya tidak akan dapat hidup sebagai orang Kristen melalui usaha saya sendiri. Tetapi saya dapat percaya kepada Kristus dan hidup menurut hidup kebangkitanNya di dalam dan melaui saya. Dia dan hanya Dialah yang dapat memungkinkan saya hidup seperti seorang Kristen.20 Imanlah, dan bukan usaha, yang berkenan kepadaNya.21 Obyek ImanApakah iman itu? Iman ialah kata lain untuk percaya. Iman harus mempunyai obyek. Obyek iman orang Kristen ialah Allah dan FirmanNya. Dan FirmanNya mengajar kita, bahwa kita tidak usah terus menjadi orang Kristen yang hidup didalam kekalahan, bertabiat duniawi, tidak mengeluarkan buah dan tak mempunyai kuasa. Kita dapat menjadi saksi-saksi yang berbuah lebat bagi Kristus, dan itulah yang Dia maksudkan didalam memanggil kita.22 Tuhan Yesus memberikan janji yang kelihatannya mustahil, tetapi dapat dipercaya, sehingga kalau kita percaya kepadaNya, kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lebih besar daripada yang Dia sendiri lakukan.23 Dia menjamin kita, bahwa apapun yang kita minta dalam namaNya, Dia akan melakukannya.24 Tidak perlu lagi orang Kristen hidup sebagai orang yang bertabiat duniawi. Kita tidak mempunyai iman di dalam iman itu sendiri. Sebagai contoh, seorang mempunyai keyakinan yang besar sekali, bahwa es di dalam suatu kolam cukup kuat untuk menahan beratnya. Karena imannya, ia mungkin berjalan di atas es yang tipis dengan berani dan menjadi basah. Sebaliknya, seseorang yang mempunyai iman yang kecil akan berjalan perlahan-lahan di atas kolam yang berlapis es yang tebal. Pada waktu ia berjalan di atas es itu dan menyadari kemampuan es itu untuk menahan beratnya, keyakinan terhadap es itu bertambah. Demikian pula dengan kehidupan seorang Kristen. Kita menempatkan iman kita, bahkan yang sangat lemah sekalipun, di dalam kesetiaan Allah dan FirmanNya. Kalau kita lebih mengenal Allah, kita juga dapat lebih percaya kepadaNya. Dan kalau kita lebih percaya kepadaNya, kita lebih banyak mengalami realitas kasih, anugerah dan kuasaNya. Iman adalah seperti otot ia tumbuh karena latihan. Hidup Sebagai Orang Atheis Ada seorang yang memesan tempat di sebuah kapal dengan uang yang hanya cukup untuk membeli tiket, sepotong keju dan biskuit buat bekal perjalanannya yang lama itu. Hari-hari pertama di laut dalam perjalanan itu, biskuti dan keju tersebut enak rasanya, tetapi lama-kelamaan menjadi basi. Tiap kali ia memperhatikan awak kapal itu membawa banyak daging, udang, ayam dan bermacam-macam makanan yang lezat bagi penumpang-penumpang lain, ia menjadi sangat lapar. Karena memang sangat lapar, akhirnya ia berkata kepada salah seorang awak kapal : Saya mau kerja apa saja agar mendapat daging, katanya. Saya akan mencuci piring, membersihkan ruangan, bahkan mengepel dek sekalipun. Penjaga itu menjawab : Saudara membeli tiket, bukan? Harga makanan sudah termasuk dalam harga tiket. Banyak sekali orang-orang yang pada saat ini, hidup seperti orang itu, tidak mengerti , menjadi orang Kristen keju dan biskuit tidak dapat menikmati makanan daging yang disediakan Allah. Benar-benar suatu hal yang menyedihkan, bahwa kebanyakan orang Kristen hidup sebagai orang atheis. Ia mengaku percaya kepada Allah tetapi ia bertindak seakan-akan Allah tidak ada. Ia mempunyai segala sesuatu yang telah disediakan oleh Allah, tetapi ia hidup dalam kemiskinan rohani yang dipaksakan sendiri atau didalam alunan gelombang emosi. Ia gagal untuk hidup sebagai seorang anak Raja atau hidup seperti seorang yang telah diangkat sebagai anak di dalam suatu kerajaan dari keadaan yang miskin dan tidak memiliki apa-apa. Bagaimanakah orang yang bertabiat duniawi itu dapat melepaskan dan meninggalkan kehidupannya yang penuh dengan emosi dan terombang-ambing seperti kapal yang hanyut oleh gelombang, supaya ia menguasai jalan hidupnya yang sering berubah-ubah itu? |
|
|
[ Bagaimana Mengalami Kasih dan Pengampunan Allah || Next Page ]
© 1999-2000 Campus Crusade for Christ International | webmaster@greatcom.org
Last Updated: 11 July, 2006