Bagaimana Mengalami Kasih dan Pengampunan Allah

Miliki Jawaban Secara Pribadi

Bagaimana Dipenuhi Roh Kudus
Sedang dipersiapkan
Sedang dipersiapkan
7 Langkah Pokok Doa dan Puasa yang Berhasil
Sedang dipersiapkan

 

Pengalaman Paling Besar
Tantangan Paling Besar Masa Kini
Persoalan Paling Besar
Jawaban Terhadap Persoalan
Miliki Jawaban Secara Pribadi
Pertanyaan untuk Didiskusikan

II.         BAGAIMANA SAUDARA DAPAT MEMILIKI JAWABAN INI SECARA PRIBADI?

“Pernafasan rohani” merupakan suatu dasar yang memungkinkan orang-orang percaya hidup tetap sebagai orang Kristen. Sama seperti jika kita bernafas, demikian pula kita dapat bernafas secara rohani.

Mengeluarkan dan Menarik Nafas Secara Rohani

Kita mengeluarkan nafas secara rohani, bila kita mengakui dosa-dosa kita, dan kita menarik nafas, apabila kita memiliki kepenuhan Roh Allah dengan iman. Menurut I Yohanes 1:9 Kitab Suci berjanji : “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”(Lihat: Pernafasan Rohani pada topik Pimpinan Roh Kudus)

Pengakuan (dalam bahasa Yunani homologeo) mengandung arti setuju dengan Allah terhadap dosa-dosa kita. Persetujuan semacam itu mencakup paling sedikit 3 buah pertimbangan. Pertama, saya mengaku, bahwa dosa atau dosa-dosa saya, yang harus disebutkan secara khusus, adalah kesalahan, dan oleh sebab itu menyakiti hati Allah. Kedua, saya mengakui, bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosa saya yang telah lalu, sekarang dan pada masa yang akan datang – karena kematian Yesus di kayu salib . Penting untuk menyadari, bahwa hal ini berarti, bahwa tak ada yang dapat saya lakukan sehingga dapat menambahkan sesuatu pada apa yang telah dilakukanNya bagi saya. Ketiga, saya bertobat berarti bahwa saya merubah sikap saya terhadap dosa-dosa saya. Dengan kuasa Roh Kudus, hal ini akan mengakibatkan suatu perubahan didalam kelakuan saya. Tiada lagi saya berbuat apa yang dikehendaki oleh sifat-sifat lama saya – kedagingan saya – melainkan sekarang saya melakukan apa yang diinginkan Allah.

Roh” berkenaan dengan menarik nafas secara rohani. Konsep pernafasan rohani – mengeluarkan dan menarik nafas secara rohani – terdapat dalam buku “Bagaimana Berjalan di dalam Roh.” 

Kasih Tanpa Syarat                                                   

Allah mengasihi kita tanpa syarat – apakah kita baik atau jahat – seperti dilukiskan Yesus di dalam cerita anak yang hilang yang sangat mengharukan itu. Ayahnya, atas desakan anaknya yang bungsu, membagikan warisan kepadanya. Warisan itu segera dihamburkan dengan berpesta-pesta dengan pelacur-pelacur. Tetapi pada waktu ia kembali ke rumahnya dalam keadaan yang lapar dan kepayahan, mengakui ketidaklayakannya menjadi seorang anak, ayahnya lari menyambut dia serta memeluk dan mencium dia, mengenakan cincin ke jarinya, sepatu pada kakinya serta mengadakan perjamuan untuk menghormati dia. 

Allah mengasihi kita dengan kasih yang tak kunjung berhenti. Ia mengasihi kita tidak “bilamana” atau “jikalau” kita layak akan kasihNya, tetapi juga jikalau kita tidak mematuhiNya. Salah satu ayat, yang saya temukan dalam mempelajari Kitab Suci, yang paling mengharukan ialah pernyataan Tuhan kita di dalam doaNya sebagai Imam Besar kepada Allah Bapa yang ditulis di dalam Yohanes 17: 23 : “… agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

Seperti Dia mengasihi Tuhan Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal. Mustahil! Tetapi benar! Walaupun Allah membenci dosa dan akan mengusir atau menghukum anak-anakNya apabila kita tidak patuh, Ia tidak penah berhenti mangasihi kita. “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya; dan Ia mnyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.”25 

Apabila saya sungguh-sungguh mangakui dosa-dosa saya, pertama-tama saya mengakui, bahwa setiap pelanggaran di dalam sikap atau tindakan saya yang berlawanan dengan Firman Allah atau kehendakNya adalah salah. Berdasarkan janjiNya saya menerima pengampunanNya dan penyucian oleh iman, pada waktu saya mengaku. 26

Arti seluruhnya dari pertobatan adalah : Berbuat apa yang Tuhan kehendaki lalu saya kerjakan. Dengan kata lain, kita tidak mengaku dosa-dosa kita hanya dengan jari-jari kita yang dilipat. Harus ada keinginan yang sungguh-sungguh untuk berubah, diikuti dengan satu jiwa yang tersedia bagi Tuhan untuk mengatur hidup kita, sebelum kita dapat mengetahui, bahwa Tuhan telah mengampuni dan membersihkan kita dari dosa-dosa kita.

Pengurbanan yang Sempurna

Sekarang apakah dasar bagi keampunan kita? Penulis Kitab Ibrani menjawab pertanyaan ini dengan indah di dalam pasal 10 : “Di dalam Hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian didalamnya … . Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata : ‘Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki – tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku - ….” Lalu Aku berkata : “Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendakMu, ya AllahKu.’ … Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah. … Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan …Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”27

Pengakuan dan Pengampunan

Jikalau Saudara seorang yang sudah sungguh-sungguh terima Tuhan Yesus, dosa-dosa Saudara pada masa yang lalu, sekarang dan yang akan datang - telah diampuni. Penyesalan, air mata, usaha-usaha pribadi dan peraturan-peraturan agama tidak dapat menjamin perdamaian dengan Allah. Semua itu tidak diperlukan. Iman ialah percaya dan menerima sebagai suatu kebenaran apa yang telah dikatakan oleh Yesus Kristus dan apa yang telah dilakukanNya bagi kita. Iman memungkinkan kita memandang diri kita sendiri sebagaimana Allah memandang kita sebagai anakNya yang dikasihi, diampuni dan disucikan. Iman menggerakkan kita untuk bertobat. Pertobatan, yang di dalam bahasa Yunani berarti “perubahan di dalam pikiran”, karena kuasa Roh kudus mengakibatkan suatu perubahan di dalam tindakan. Hal ini akan memungkinkan kita kembali dari perbuatan-perbuatan kita yang mendukacitakan Allah kepada hal-hal yang diinginkan Allah dari kita.

Di dalam Ibrani pasal 10, kita meliha, bahwa apa yang dicoba dilakukan manusia bagi dosa-dosanya, telah diperbuat oleh Kristus dengan kematianNya di kayu salib dan dengan mencurahkan darahNya. Kita tidak dapat menambahkan sesuatu kepada apa yang telah dilakukan oleh kristus untuk kita. Kita hanya menerima pengampunan dan penyucianNya dengan iman.

Mengapa Kita Mengaku?

Saudara mungkin heran, mengapa sebagai seorang Kristen, Saudara perlu mengaku, jika Kristus telah membayar hukuman dosa Saudara. Hal ini harus dimengerti, bahwa pengakuan tidak mengakibatkan pengampunan yang lain kecuali yang telah Kristus berikan kepada kita satu kali untuk selama-lamanya, menurut Ibrani pasal 10. Pengakuan itu penting sebagai suatu pernyataan iman dan sebagai suatu kepatuhan untuk memegang janji Allah.

Apabila Saudara mengakui dosa-dosa Saudara, pengakuan itu membuat suatu kenyataan di dalam pengalaman Saudara tentang apa yang diperbuat Allah untuk kita melalui kematian AnakNya. Keuntungannya bukan saja secara psikologis, tetapi benar-benar dan sah, berdasarkan atas Firman Allah. Jikalau Saudara tidak mau berbuat jujur terhadap Allah dalam mengakui dosa-dosa Saudara, Saudara menjadi orang yang bertabiat duniawi dan berjalan dalam bayang-bayang, tidak berjalan di bawah terang Allah.

Kitab Suci mengatakan : “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”28

Mungkin Saudara telah berbuat dosa, dan belum merasakan pengampunan dari Allah. Saudara mungkin telah kehilangan sukacita dalam hubungan Saudara dengan Kistus. Saudara berdoa, tetapi hanya mendapat sedikit jawaban. Saudara membaca Alkitab, tetapi hanya mendapat sedikit sukacita atau pertolongan dari padanya. Saudara bersaksi tentang Kristus, tetapi tak seorangpun yang mendengarkan.

Kehilangan Kuasa Allah

Pada suatu hari, pada waktu saya sedang memeriksa pengatur kereta api listrik milik anak saya, kereta itu tiba-tiba berhenti. Saya tidak dapat menemukan apanya yang salah. Saya membongkar kereta itu dan memasangnya lagi. Saya menekan knopnya ke dalam dan ke luar, tetapi tetap tidak mau jalan. Kemudian saya menemukan, bahwa yang menyebabkannya ialah hanya sepotong logam kecil yang telah jatuh pada rel kereta api itu. Hanya sepotong logam kecil telah jatuh pada aliran positif dan negatif dari rel kereta itu, telah membuat putus segenap tenaga listrik yang besar yang dialirkan di kota besar Los Angeles, sehingga kereta itu tidak dapat berjalan.

Di dalam hal yang sama, dosa memutuskan kuasa Allah. Allah itu suci dan tidak mau berhubungan sama sekali dengan dosa. Tetapi Allah mengasihi kita, walaupun kita mempunyai dosa-dosa yang belum diakui di dalam hidup kita. Ia telah mengampuni kita. Yang harus kita lakukan agar mengalami keajaiban kasihNya dan sukacita atas janjiNya hanyalah mengakui dosa-dosa kita – mengeluarkan nafas secara rohani – dan mengalami kuasaNya yang menyucikan kita.

Buatlah Daftar Dosa

Mintalah agar Roh Kudus menunjukkan kepada Saudara tiap-tiap dosa di dalam hidup Saudara. Pada saat Ia menunjukkannya, catatlah di dalam secarik kertas. Mungkin sekali, dalam daftar Saudara, di antaranya terdapat iri hati, kesombongan, mementingkan diri sendiri, hawa nafsu, tidak perdulikan perkara-perkara Allah, tidak percaya, acuh tak acuh, kehilangan kasih yang mula-mula dan banyak yang lain. Setelah Saudara melengkapi daftar Saudara, tulislah janji yang ajaib ini dari I Yohanes 1:9 : ”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Sadarilah bahwa daftar ini hanyalah di antara Saudara dengan Tuhan, oleh karena itu bertindaklah sejujur-jujurnya. Katakanlah kepada Tuhan setiap hal yang salah. Jikalau Saudara telah menyelesaikannya di dalam doa Saudara, sobek dan buanglah daftar tersebut. Tetapi, sebelum Saudara melakukan hal itu, nyatakanlah ucapan syukur Saudara kepada Tuhan, karena Ia telah mengampuni Saudara melalui apa yang dilakukan Kristus di kayu salib 2000 tahun yang lalu.

Ingatlah bahwa iman – bukan air mata, penyesalan ataupun disiplin rohani yang dipaksakan sendiri – dapat memegang janji Allah untuk mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa. Hal ini bukanlah suatu pengampunan yang baru atau pengampunan yang kedua. Saudara hanya menyadari di dalam pengalaman Saudara tentang pengampunan yang hanya diberikan sekali dan untuk selamanya seperti yang kita baca di dalam Ibrani pasal 10.

Ganti Kerugian Atau Minta Maaf Adalah Penting

Bagi beberapa orang, pengakuan mungkin berarti suatu ganti kerugian – mengembalikan sesuatu yang telah Saudara curi atau meminta maaf kepada seseorang kepada siapa Saudara telah bersalah. Hal ini penting sekali, karena Saudara tidak dapat mempertahankan suatu perasaan yang jernih di hadapan Allah, jikalau Saudara masih mempunyai perasaan dosa terhadap sesama manusia.

Dalam penutupan suatu pertemuan dokter-dokter Kristen di Arrowhead Springs, di mana saya telah berbicara tentang pengampunan, seorang dokter telah menerima tantangan saya untuk pergi seorang diri dan membuat daftar dosanya. Ia sangat bersukacita pada keesokan harinya pada waktu ia menemui saya. “Kemarin, kira-kira tengah malam,” katanya, “Seorang dokter teman sejawat saya datang ke kamar saya dan mengatakan bahwa ia telah membenci saya bertahun-tahun lamanya, walaupun ia berpura-pura baik seperti seorang teman. Pada waktu ia sedang membuat daftar dosanya itu, Allah telah mengatakan kepadanya, bahwa ia harus datang kepada saya dan meminta maaf. Kami mengalami saat doa yang paling indah dan Allah menjumpai kami dengan cara yang khusus. Dalam hal ini saya ingin menganjurkan kepada Saudara agar selalu mengatakan kepada orang-orang Kristen lain untuk mengakui dosa-dosa mereka kepada Allah dan jika perlu meminta maaf kepada orang yang telah mereka sakiti hatinya sebagaimana Roh Kudus memimpin mereka.”

Menghadapi Persoalan

Allah telah merencanakan suatu hidup yang mengherankan, berkelimpahan dan berbuah lebat bagi kita. Tetapi Ia tidak mau memberkati kita, Ia tidak mau memakai kita sebelum kita menyelesaikan persoalan dosa ini. Allah itu suci dan benar, selamanya bernyala-nyala dengan kemuliaan kesempurnaanNya, dan mengingini agar kita di dalam kehidupan kita sungguh-sungguh sesuai dengan kehendakNya. Hal ini tidak akan dapat kita alami jikalau kita tidak mau mengakui dan menyesali dosa-dosa kita.

Suatu kali, seorang pemuda berkata kapad saya setelah suatu pertemuan sore hari, “Saya tidak percaya bahwa saya perlu membuat daftar. Saya tidak dapat memikirkan suatu hal yang benar-benar salah dalam hidup saya. Tetapi pada waktu orang lain membuat daftar, Roh Allah mengatakan kepada saya untuk berbuat itu juga. Baiklah,”ia memutuskan,”walaupun tidak ada persoalan yang serius, tetapi ada banyak perkara-perkara kecil, dan jumlah dari keseluruhan perkara-perkara kecil itu telah melemahkan semangat kesaksian saya bagi Kristus. Jikalau Saudara berkata-kata mengenai hal ini lagi, yakinlah untuk tetap mengatakan kepada tiap-tiap orang, termasuk mereka yang berpikir bahwa tidak ada dosa di dalam hidupnya, perlu membuat sesuatu daftar bagi dosa-dosanya. Sekiranya saya tidak membuat daftar itu, saya tidak akan memperoleh berkat dari Allah sebagaimana yang telah saya alami.”

Saudara Dapat Disucikan Sekarang Juga

Mungkin tidak ada dosa yang besar di dalam hidup Saudara, tetapi jikalau hati Saudara dingin terhadap Allah; jikalau Saudara kurang iman; jikalau Saudara kurang berbuah; jikalau seperti gereja di Efesus dan Laodikea menurut Wahyu 3, maka Saudara telah kehilangan kasih Saudara yang mula-mula, atau menjadi kurang bersemangat, ada sesuatu yang tidak beres di dalam diri Saudara. Katakanlah kepada Tuhan tentang hal itu.

Saya menyarankan agar Saudara merenungkannya sekarang juga. Ambillah sebatang pensil dan kertas lalu tulislah setiap dosa di dalam hidup Saudara yang diberitahu kepada Saudara oleh Roh Kudus. Ambillah waktu yang cukup lama, rendahkanlah hati Saudara sendiri di hadapan Tuhan. Berilah waktu pada Tuhan untuk menunjukkan kepada Saudara hal-hal di dalam hidup Saudara yang perlu dikoreksi.

Apabila Saudara telah menuliskan semua yang sudah dinyatakan kepada Saudara, tuliskanlah di sebelahnya janji yang mengherankan dalam I Yohanes 1:9 : “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni sgala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Setelah itu bersyukurlah kepada Allah karena pengampunan dan penyucianNya melalui penumpahan darah AnakNya yang sangat berharga bagi dosa-dosa Saudara. 

Dosa Sudah Dihapuskan

Jikalau Saudara telah mengakui semua dosa-dosa yang Saudara ktahui, setiap perasaan dosa yang masih ada berarti asalnya dari pada iblis, bukan dari Tuhan, karena Tuhan telah mengampuni semua dosa Saudara berdasarkan kematian Kristus di kayu salib bagi Saudara (Ibrani 10:1-17). Sekarang ucapkanlah syukur kepada Tuhan bahwa sebagaimana dijanjikanNya, dosa-dosa Saudara telah dijauhkan dari Saudara seperti jauhnya Timur dan Barat.29 Dosa-dosa itu dikuburkan di lautan yang paling dalam. Allah telah membuang dosa-dosa itu dan tidak mengingat-ingat lagi tentang dosa Saudara. Camkanlah hal itu! Allah telah mengampuni Saudara! Allah mengasihi Saudara!

Ingatlah bahwa daftar dosa-dosa Saudara hanya merupakan rahasia antara Saudara dan Tuhan. Sobek dan buanglah kertas itu segera setelah Saudara mengakuinya pada Tuhan.

Saudara dapat yakin dengan pasti bahwa hari ini Saudara dapat mengalami pengampunan dan penyucian dari semua dosa Saudara yang lampau. Melalui cara pernafasan rohani, Saudara dapat keluar dari pengalaman rohani yang maju-mundur itu dan memiliki ketenangan di dalam hidup Saudara.

Kristus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang sesat. Dia telah menyuruh kita pergi dan mengeluarkan buah, tetapi Dia tidak mau memberkati dan memakai kita untuk membawa orang lain kepada Dia, jikalau masih ada dosa-dosa yang belum diakui di dalam hidup kita. Percayalah kepada Yesus Kristus sekarang juga bagi pengampunan dan penyucian yang ajaib atas semua dosa-dosa Saudara, dan masukilah pengalaman yang indah yang telah Ia sediakan bagi Saudara.

Ayat referensi:

1.      Yesaya 7:14; 
         Matius 1:18-25

2.      Yesaya 53:4-6;
     II Korintus 5:21
3.      Mazmur 16:9, 10
;
     Lukas 24:46
4.      Yohanes 10:10
5.      Galatia 5:22, 23
6.      Roma 5:3
7.      I Tesalonika 5:16
8.      I Tesalonika 5:18

9.    Yohanes 14:27
10.  Yohanes 16:33
11.  Ibrani 13:5
12.  Matius 28:20
13.  Yohanes 14:14
14.  Kisah Para Rasul 17:6
15.  Mazmur 51:4, 5, 12, 14, 15
16.   Roma 7:14-19
17.   Roma 7:20-24
18.   Roma 7:25
19.   Roma 8:1-3

20.   Kolose 3:10
21.   I Petrus 1:7; Ibrani 11:6
22.   Yohanes 15:16

23.   Yohanes 14:12
24.   Yohanes 14:14
25.   Ibrani 12:6
26.   I Yohanes 1:9
27.   Ibrani 10:1, 5, 7, 11, 12, 18
28.   I Yohanes 1:7
29.   Mazmur 103:12

  yellowbox.gif (81 bytes)  Feedback

          

[ Bagaimana Mengalami Kasih dan Pengampunan Allah || Next Page ]

© 1999-2000 Campus Crusade for Christ International | webmaster@greatcom.org

Last Updated: 11 July, 2006